April 23, 2019
You can use WP menu builder to build menus

Oleh :Wahyudi Daehwa
(Ketua Umum DPD JMI Kota Cilegon)

Kota Cilegon secara historis dijuluki sebagai kota santri, dalam beberapa pekan ini telah usai diselenggarakannya kegiatan MTQ tingkat Provinsi banten yang diselenggarakan di Kota Tanggerang pada tanggal 25-29 maret 2019 , kota Cilegon mendapatkan peringkat ke 7 dari 8 kabupaten/kota yang ikut dalam Kontestasi MTQ tingkat provinsi banten dengan Nilai 9, secara prestasi jauh dari peringkat juara umum dengan nilai 149 yang di raih oleh Kota Tanggerang selatan.
Selaku pemuda tentunya saya turut prihatin atas menurun nya prestasi kota Cilegon dalam bidang MTQ saat ini. Perlu kita ketahui cilegon mempunyai sejarah yang sangat kuat dengan Nilai Nilai leluhur keislamannya akan tetapi hari ini sangatlah disayangkan dengan adanya Kegiatan acara Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat provinsi Banten yang diselenggarakan dikota tanggerang selatan, Cilegon Mendapatkan peringkat yang sangat Kurang mengenakkan untuk menjadi kebanggaan, kota cilegon yang sering dijuluki sebagai kota santri ini. Dengan adanya peringkat ini tentunya kita bisa berfikir bahwa walikota cilegon tidak memperdulikan untuk pembinaan Peserta yang ikut serta dalam Kegiatan MTQ tersebut.
Selama ini proses pembinaan MTQ yg dilakukan kota cilegon hanya sebatas seremonial dan sistem kebut semalam (sks) yang bisa kita analogikan seperti pasar kaget. Tanpa memperdulikan aspek membudayakan keilmuan yang mendarah daging untuk generasi MTQ melalui pembinaan yg mendasar terhadap personal-personal calon peserta yang akan di ikutsertakan. Padahal anggaran APBD yg digelontorkan tidak sedikit, beberapa pesantren di kota Cilegon terbengkalai tanpa suport dari pemerintah yang mengakibatkan bibit-bibit tilawah dan Qoriah kehilangan tempat menimpa potensinya, alhasil yah seperti pasar kaget unsur pemerintah susah mencari peserta untuk meningkatkan prestasi kota Cilegon dalam kancah provinsi melalui MTQ tersebut.
Wahyudi, Ketua Umum DPD Jaringan Muda indonesia (JMI) Kota Cilegon sangat menyangkan dengan adanya peringkat yang didapatkan oleh kota Cilegon yang sering dijuluki sebagai kota santri ini menjadapatkan peringkat ke 7 dari 8 kabupaten kota yang ikut dalam kontestasi MTQ Tingkat Provinsi Banten, oleh karena itu walikota cilegon harus benar benar serius dalam membina peserta didik MTQ dan selanjutnya agar Cilegon tidak malu dengan Nilai nilai Historis kota cilegon yang dijuluki sebagai kota santri. Sesungguhnya ini adalah cambukan dan tamparan keras untuk walikota cilegon agar dapat meng intropeksi diri dalam menyelesaikan Pembinaan Peserta didik MTQ selanjutnya.

No Comments