Ming. Nov 28th, 2021

Dapat Bantuan dari Pemkot Kendari, Warga : Kami Bangga Miliki Walikota Sulkarnain Kadir

1 min read
img-20210906-wa0086

SULTRALINE.ID, KENDARI – Bantuan Bedah rumah atau Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) dan difasilitasi oleh Pemerintah Kota Kendari saat ini dalam proses pembangunan.

Syukur warga Kelurahan Lapulu, Kecamatan Poasia salah satu penerima bantuan ini saat ditemui dikediamannya, Senin (6/9/2021) mengaku bersyukur mendapatkan bantuan dari Pemerintah.

Menurutnya, rumahnya hanya terbuat dari dinding papan dan beralaskan tanah. Direncanakan proses rehab akan dilaksanakan diakhir September atau Awal Oktober tahun ini menjadi rumah yang layak huni dan nyaman.

“Alhamdulillah, saya senang sekaligus bersyukur sekali dapat bantuan bedah rumah dari pemerintah. Mudah-mudahan nanti setelah diperbaiki kami sekeluarga sudah merasa nyaman tinggal dirumah,” ungkapnya.

(Syukur)
(Syukur)

Ia mengakui tak bisa berkata apa-apa lagi selain terimakasih. Apalagi beberapa waktu lalu, kata ia, Walikota Kendari sempat melihat kondisi rumahnya dan singgah bercengkrama dengan Ibunya.

(Kondisi Rumah Warga Lapulu, Syukur)
(Kondisi Rumah Warga Lapulu, Syukur)

“Terima kasih kepada pak walikota pak sul yang telah membantu kami selaku warga miskin untuk mendapatkan perhatian. Berkat upayanya kami bisa tinggal di rumah layak huni ini nantinya,” tuturnya.

Diketahui, dalam pelaksanaan rehabilitasi ini dilakukan secara swadaya dengan melibatkan kerabatnya untuk bergotong royong dalam pembangunan rumah layak huni ini. Bantuan ini totalnya senilai 20 juta rupiah yang terdiri dari bahan bangunan senilai 17,5 juta rupiah yang diterimanya berbentuk fisik atau material bangunan sedangkan untuk gaji tukang yang diterima berbentuk uang sebesar 2,5 juta rupiah.

Kebahagiaan sama juga dirasakan Ibu Anes (45) warga yang berdomisili di Kelurahan Matabubu, Kecamatan Poasia yang mengaku rumah yang didiami selama berpuluh tahun kondisinya sudah tidak layak sebab atap seng sudah bocor dan dindingnya sudah rapuh sehingga kondisinya memprihatinkan jika hujan turun. Ditambah lagi, kata ia suaminya yang hanya seorang pemulung sangat sulit untuk memperbaiki rumah miliknya.

“Terima kasih banyak saya sampaikan kepada Pemerintah dan bapak walikota kendari Sulkarnain Kadir karena saat ini dalam proses rehab tempat tinggal kami menjadi layak huni, beliau memang peka melihat kondisi warganya,” ucapnya dengan rasa haru.

(Kondisi rumah
(Kondisi rumah ibu Anes)

Ibu dua anak ini menambahkan jika program itu terus berjalan tentu akan sangat membantu tidak hanya untuk dirinya, namun juga bisa menyasar kepada warga lain yang kurang mampu.

“Semoga program ini terus berlanjut karena masih ada warga lain juga membutuhkan bantuan seperti ini. Sekali lagi kami ucapkan terima kasih kepada bapak walikota dan semua pihak atas adanya bantuan bedah rumah ini,” tuturnya.

Menanggapi hal itu, Walikota Kendari, Sulkarnain Kadir, menjelaskan Sebanyak 96 Kepala Keluarga di Kota Kendari mendapatkan bantuan stimulan ini, terbagi 6 wilayah Kelurahan, masing-masing kelurahan ada 16 kepala keluarga yang terdaftar dalam penerimaan bantuan Stimulan Rumah Swadaya.

“Untuk bantuan ini masing-masing Kepala keluarga mendapatkan Rp 20.000.000 (20 Juta) dan harus dipergunakan untuk merenovasi rumah. Lurah setempat akan memantau langsung bantuan yang diberikan kepada masyarakat, kepala keluarga yang terdaftar dalam penerimaan bantuan Stimulan Rumah Swadaya,” pungkasnya.

“Harapan kami, masyarakat benar-benar bisa menggunakan bantuan ini dengan baik untuk membangun dan memperbaiki rumahnya. Sehingga di tahun yang akan datang, bantuan seperti ini dapat diprogramkan kembali untuk warga kelurahan lainnya yang belum mendapatkan bantuan ini.” tandasnya.

Perbaikan rumah tidak layak huni melalui program Bantuan Stimulus Rumah Swadaya ini untuk mewujudkan visi misi Kota Kendari sebagai kota layak huni berbasis ekologi, informasi dan teknologi.

Laporan: Tim Sultraline.id

€sl Promotion

€sl Promotion