Jum. Apr 3rd, 2020

Cegah Penyebaran Covid-19, Pemprov Sultra dan Pemkab Wakatobi Diminta untuk Tutup Penyebrangan Laut dan Udara

1 min read
img-20200321-wa0121

SULTRALINE.ID, KENDARI – Akhir Akhir ini Indonesia di hadapkan dengan fenomena wabah virus covid-19 (Corona virus) yang sekarang menjadi pandemi dan di ketahui virus tersebut dari Wuhan China, yang di mana hampir seluruh wilayah di Indonesia sudah terjangkit oleh wabah tersebut, di kutip dari akun resmi Instagram Kemenkes RI Jumat tanggal 20/03/2020 , yang positif terkena Covid-19 (Corona Virus) suda sampai angka 369 jiwa, yang sebuh 17 dan meninggal 32 jiwa yang tersebar di 17 provinsi di Indonesia, dan Sulawesi Tenggara merupakan salah satunya.

 

Seperti yang di sampaikan Achmad Yurianto selaku juru bicara pemerintah RI tentang Covid-19 (Corona Virus) Kamis,(19/03/2020 di salah satu stasiun televisi swasta nyasional, bahwa Sulawesi teynggara ada 3 orang positif Covid-19 (Corona virus), dan di benarkan lagi oleh pemerintah Sulawesi Tenggara di waktu yang sama bahwa ada 3 orang yang positif Covid-19 (Corona Virus) 2 orang perempuan dan 1 orang laki-laki dan masih di rawat dii RS Bahteramas, Kota Kendari, dan masih dalam keaadaan baik.

 

Maka melihat dari masalah di atas Sekretaris Komisi Keorganisasian Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) Universitas Halu Oleo (UHO), M. Sandi Saputra Mendesak keras kepada pemerintah daerah Sulawesi Tenggara menutup Penyebrangan darat maupun udara yang menghubungkan antar kota maupun antar pulau yang dari Kendari maupun ke Kendari,terkecuali dalam keadaan yang sangat urgent, dan tidak bisa di batalkan.

 

Lanjut ia, dan telah melakukan pemeriksaan suhu tubuh atau telah melakukan tes untuk mengetahui apakah Orang Dalam Pemantauan (ODP) atau Pasien Dalam Pemeliharaan (PDP) dalam beberapa minggu ini, sampai Negara ini benar-benar Kondusif.

 

“Terkhusus kepada pemerintah Kabupaten Wakatobi untuk menghentikan sementara penyebrangan tol laut (kapal Laut) dan penyebrangan pesawat, karena melihat dan mendengar kondisi di lapangan bahwa pemerintah kabupaten Wakatobi tetap mengizinkan transportasi laut maupun udara dari Kendari menuju Wakatobi maupun , Wakatobi-Kendari, yang diketahui dari informasi yang beredar, salah satu atau dua kapal yang beroperasi merupakan perusahaan kapal, milik Bupati Wakatobi dan Ketua DPRD Kabupaten Wakatobi,” bebernya.

 
“Dan info dari salah satu penumpang kapal yang menyebrang dua hari yang lalu tidak ada tindakan pencegahan atau pemberitahuan dari petugas pelabuhan , maupun ABK, untuk memberikan himbauan terhadap agar kita terhindar dari wabah Covid-19 (Corona Virus) tersebut. Melihat dari kondisi tersebut, merupakan salah satu ketidakseriusan Pemerintah Wakatobi khususnya Bupati sebagai Unsur pimpinan tidak mengfloe up masalah Wabah ini, dan Seperti mementingkan kepentingan pribadi,” sambungnya.

 
Ia menambahkan, seperti yang diketahui bahwa, penyebrangan laut maupun udara merupakan salah satu pintu besar masuknya wabah Virus Covid-19 (Corona Virus) ini.
“Dan harapan kami sebagai mahasiswa agar pemerintah daerah jangan ain-main atas kondisi ini,” tegasnya.

 
Untuk diketahui, data terbaru per 22 Maret 2020 ini kasus positif Covid-19 di wilayah Indonesia terus bertambah. Data terbaru yang disampaikan pemerintah, kasus positif Covid-19 mencapai 514.

 
Laporan : TIM

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *