Jum. Jul 10th, 2020

Bram : Kami siap “Perang Terbuka” Jika TKA Cina Tetap Memaksa Masuk Sultra

1 min read
(Ketgam : Ilustrasi TKA)

(Ketgam : Ilustrasi TKA)

SULTRALINE.ID, KENDARI – Polemik isu kedatangan 500 Tenaga Kerja Asing (TKA) asal cina kian bergulir, terlepas dari sejumlah Aleg DPRD Provinsi Sultra yang sepakat menolak, kecaman penolakan santer dikalangan aktifis Ornop (Organisasi Non Politik) Sultra. Salah satunya datang dari Mantan Ketua Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) Kota Kendari Bram Barakatino.

 

Aktivis pegiat lingkungan Hidup itu mengungkapkan, terlepas dari jadi atau tidaknya TKA asal Cina dengan Jumlah 500 orang itu berhasil masuk Sultra ataupun tidak, niat datang saja sudah sangat melecehkan masyarakat Sulawesi Tenggara.
“Ndak usah dia masuk, punya niatan datang saja itu sudah sangat melecehkan, kita tahu bersama, ditengah situasi Bangsa kita lagi piluh piluhnya tenggelam dalam duka bencana pandemi Covid-19 ini, lha pemerintah malah membuka ruang terkait kedatangan TKA Cina itu. Ini sudah sangat keterlaluan,” beber Pria yang akrab disapa Bram itu saat dijumpai disela sela kesibukannya, Kamis (30 April 2020).

 

 

(Bram Barakatino, Aktivis dan penggiat lingkungan Sultra)
(Bram Barakatino, Aktivis dan penggiat lingkungan Sultra)

 

Terlebih, lanjut Ketua Asosiasi Kompleks Perdagangan Eks. Pasar Panjang Kendari itu, Situasi yang mulai tidak baik-baik saja ketika pemerintah memaksakan karantina seluruh rakyat, membatasi ruang gerak dan aktifitas sosial, diam-diam ada Warga asing yang mau dimasukan di indonesia.

 

“Parahnya lagi, warga negara asing ini adalah negara asal muasal sumber malapetaka dunia saat ini,” tuturnya.
“Kondisi ini sulit menjelaskan sikap pemrintah yang super sibuk dengan Covid-19 dengan pembatasan aktifitas sosial sana sini benar benar karena sikap peduli kemanusiaan. Sebab, kondisi ini jika dikaitkan dengan akan masuknya TKA Cina 500 orang itu sangat kontras. Saya khawatir, kesibukan Covid-19 Ini mulai ditumpangi kepentingan “Kotor” yang bertujuan mengamankan gerak Bisnis segelintir elite Politik,” ungkap Bram.

 

Menindak lanjuti terkait akan masuknya TKA asal Cina ini, Bram mempersiapkan gerak masa besar besaran dan program kampanye publik dengan mosi ketidak percayaan terhadap PSBB dan Social Distancing.

 

“Saya punya pengalaman cukup berurusan dengan TKA Cina, 2016 yang lalu saya hampir dipenjara buntut aksi masa yang sempat memblokade TKA Cina tujuan IMIP Morowali. Saat ini saya masi dengan Kemarahan yg sama, ini soal moral, ini soal hargadiri. Masa kita suda mau mati kelaparan akibat kurung diri dalam rumah mengikuti saran pemerintah, eh diam diam pemerintah malah mau bawa TKA Cina. Lelucon model apa ini. Kalau tetap ini dipaksakan, Kami Bakal Cegah itu dengan semua upaya. Biar ‘Perang’ sekalian,” bebernya.

 
Bram juga menekankan, Kakanwil Hukum & HAM Sultra Khususnya Divisi Keimigrasian serta Imigrasi Kelas 1A Kota Kendari aangan menganggap remeh persoalan ini, sebab menurutnya, masyarakat sewaktu waktu bisa saja jenuh dengan kesabaran dan berganti beringas akibat sikap tebang pilih seperti ini.
“Jangan sampai Kantor Imigrasi ‘digoreng’ masa, Kakanwil Hukum & HAM baikknya responsif dan berikan klarifikasi pasti, jadi atau tidaknya TKA Cina itu masuk Sultra atau tidak, sebab kami dapat Info, tanggal 3 bulan depan ini mereka masuk Sultra,” pungkasnya.
Untuk diketahui, kabar akan masuknya TKA ini sudah beredar luas di masyarakat, kecaman dan penolakan secara tegas digalakkan berbagai elemen. Tak mau ketinggalan puncuk pimpinan daerah yakni Gubernur Sultra Ali Mazi juga menegaskan menolak. Kemudian kemarin (Rabu, 29 April 2020) juga DPRD melalui rapat paripurna memutuskan menolak masuknya TKA di Bumi Anoa. Semua sudah sepakat menolak tinggal bagaimana ketegasan pemerintah dalam hal ini Kementerian Ketenagakerjaan RI merespon hal tersebut.
Laporan : TIM

25 thoughts on “Bram : Kami siap “Perang Terbuka” Jika TKA Cina Tetap Memaksa Masuk Sultra

  1. Dgn diundangkannya UU Otonomi Daerah Gubernur adalah Penguasa di Daerahnya. Persoalan Pemerintah Pusat ingin Memaksakan keinginannya memasukkan TKA dari Tiongkok adalah Bentuk Sikap Arogansi Kekuasaan yg hrs dilawan oLeh Pemerintah Propinsi SuLTra beserta Elemen Masyarakatnya didaerah yg berdaulat penuh…

      1. Komentar yg sangat berbobot,saya sangat setuju,usir TKA Tiongkok dari negara kita, keberadaan mereka sangat membahayakan kedaulatan NKRI, komunis mulai terang terangan ingin menguasai negeri kita.

  2. kami dari aceh juga siap membantu saudaraku ..kalau kami tak sanggup ke sana kami akan membantu menyuarakan ke batilan pemerintah sekarang….
    warga pribumi harus banting tulang mencari pekerjaan sementara lagu dunia d hebohkan dengan penyakit yg d datang dr mereka malah pemerintah menerima mereka d segala pelosok dgn jumlah yg luar biasa.
    bln lalu kami d aceh juga mengalama kondisi yg sama saudaraku. bahwa ada 4 TKA CINA masuk ke PLTU Nagan Raya. blm sempat turun dr mobil sdh d usir oleh masyarakat sekitar dan mereka balik ke negaranya….semoga hal ini juga harus terjadi jika d wilayah saudara tetap d paksa oleh pemerintah pusat. sungguh keci pemikiran mereka…mereka sudah membuat otak kita kotor dan penuh kebencian.

  3. Otak semua itu si opung LBP, gantung dia sebagian besar masalah NKRI selesai. Dialah sumber permasalah terbesar bangsa ini.

  4. Kita semua anak bangsa hrs bersatu bangkitkan kembali sumpah pemuda pererat rantai persaudaraan,sdh cukup kita dikecoh dngn perpecahan mereka melalui politik busuk yg mereka jalankan selama ini…

  5. Kami dari kalbar juga siap bergerak untuk hal yg sama, saya yakin mayoritas daerah akan menolak TKA China.

  6. Subhaanallah Allaahu Akbar, lanjutkan perang untuk menjaga kedaulatan NKRI Dan martabat bangsa yang pejuang Dan punya harga diri. Singkirkan para petinggi penghianat bangsa !

  7. Miris sekali Negara ini…
    Investasi China di NKRI apresiasi tp klo dibarengi dgn “Konvoi” tenaga kerjanya msk ke negara kita ini hal yg bertolak belakang dgn berbondong-nya warga Indonesia mencari kerja ke LN, apalagi dikaitkan dgn persoalan PSBB
    Wahai Pemimpin2 NKRI jgn kau abaikan rakyatmu yg sedang tercekik baik krn kurangnya lapangan tenaga kerja maupun Pandemi Corona

  8. Tutup Aja sekalian smelternya. Dlu iming2 buka smelter membuat mrk investasi..setelah investasi.. masyarat tdk setuju…tutup Aja n jual ..biar pemda Aja yg kelola.. semoga lbh berhasil

  9. Tutup Aja sekalian smelternya. Dlu iming2 buka smelter membuat mrk investasi..setelah investasi.. masyarat tdk setuju…tutup Aja n jual ..biar pemda Aja yg kelola.. semoga lbh berhasil. Jgn jd bhn dagang politisasi. Kasihan investor nya

  10. sebuah kepentingan elit yang mencari keuntungan di balik itu…..semoga saudara2ku di Kendari bisa bersatu dan bahkan di daerah lainpun harus bersatu…penjajah super halus dan super menguasai segala lini…

  11. “Tajam kamu shbt😁 knp baru nongol lgi ni…lnjutkn perjuangnnya demi bangsa ini khususnya Sultra…jujur sudah kngn lgi pengn berkoar diatas podium ni.
    Salm pergerakn mundur sejengkal adlh sifat pngecut olehnya itu ayo kita gas bareng2 kami dari organ PMII Wuna Siap turun kejaln ntk mmbntu.💪👌👍✊

  12. Menakar Nalar Masuknya 500 TKA China dengan Tsunami PHK

    Oleh: Tardjono Abu Muas, Pemerhati Masalah Sosial.

    Sungguh miris, datangnya gelombang penyebaran virus corona (Covid-19) yang melanda negara kita yang semula dianggap gelombang kecil biasa, namun realitanya hanya dalam kurun waktu dua bulan saja gelombang covid-19 ini menjelma menjadi gelombang tsunami yang sangat dahsyat.

    Gelombang tsunami Covid-19 ini nyaris meluluhlantakkan semua sektor kehidupan tak terkecuali terjadinya tsunami di sektor ketenagakerjaan. Menurut Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) menyebutkan, sebanyak 2,8 juta jiwa telah menjadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK) per April lalu, sedangkan versi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bidang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang disampaikan Wakil Ketua Umum Kadin, Suryani Motik menyebutkan bisa mencapai 15 juta jiwa yang terdampak covid-19 ini, dilansir cnnindonesia.com

    Berbicara tentang angka-angka korban PHK akibat tsunami Covid-19 ini, dampak sosialnya tentu hitungannya bukan hanya berkisar pada angka 2,8 atau 15 juta jiwa saja, tapi mesti dihitung pula setiap jiwa korban PHK akan berdampak kepada sekian jiwa yang menjadi tanggungannya, istri dan anak-anak.

    Pada kondisi seperti disebutkan di atas, sangat sulit kiranya jika kita mau mencoba “menakar nalar” dengan akal sehat atas kedatangan 500 Tenaga Kerja Asing (TKA) dari China. Sementara pada waktu yang sama puluhan juta jiwa tenaga kerja kita terkena sapuan gelombang tsunami PHK?

    Masih belum pekakah naluri kebatinan para pendukung hadirnya TKA di negeri ini atas jeritan dan rintihan para korban tsunami PHK? Ataukah virus corona (Covid-19) ini telah berhasil membunuh rasa kemanusiaan para pendukung hadirnya TKA di negeri ini? Secara medis mungkin belumlah para pendukung hadirnya TKA ini terpapar positif Covid, namun sejatinya virus covid-19 ini telah berhasil membunuh sekaligus menghilangkan rasa kemanusiaan sebagai manusianya.

    Kembali ke judul tulisan ini, tentu sangat sulit jika kita mau mencoba mengurai tentang, “Menakar Nalar Masuknya 500 TKA China dengan Tsunami PHK. Semoga memasuki pekan kedua kita menunaikan ibadah shaum Bulan Ramadhan ini, para pendukung masuknya TKA disembuhkan sakit rasa kemanusiaannya dari serangan virus yang satu ini untuk kembali bernalar sehat melihat penderitaan para korban tsunami PHK di negeri tercinta ini.

  13. Kok goblok ya cara berpikir nya, tenaga kerja cina tersebut di butuhkan perusahaan karena ahli dalam pemasangan alat sebuah perusahaan yang nanti nya akan bisa menampung ribuan tenaga kerja lokal

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *