BNNP Sultra Ringkus Dua Pengedar Sabu, Salah Satunya Residivis

SULTRALINE.ID, KENDARI – Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali meringkus dua tersangka yakni RD (48) dan RT (44) yang diduga kuat sebagai jaringan pengedar narkotika jenis sabu, di jalan R. Suprapto, Lrg Pandawa, Kelurahan Mandonga, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari, Selasa 9 Januari 2018.

Kepala bidang pemberantasan BNNP Sultra AKBP Bagus Hari, mengatakan, Kedua tersangka jelas kedapatan, memiliki, menguasai, menjual, menjadi perantara dalam jual beli dan mengkonsumsi Narkotika jenis sabu.

“Dari hasil pemeriksaan kami diketahui bahwa RD merupakan pelaku yang sudah pernah di pidana atau residivis atas kasus yang sama selama 9 tahun dan saat ini bebas bersyarat sejak 3 April 2017 sampai 12 Juli 2020,” Ungkapnya, Jumat (12/1/2018).

Bagus Hari menjelaskan, penangkapannya bermula dari informasi masyarakat, kemudian petugas BNNP Sultra melakukan penyelidikan dan dari hasil penyelidikan tersebut diketahui di rumah RT (44) sering terjadi transaksi jual beli barang haram ini. Dan pada saat itu RT masih memiliki barang, yang selanjutnya petugas langsung melakukan penangkapan terhadap kedua tersangka ini.

“Peran tersangka RD (48) sebagai pengedar shabu dan peran RT (44) menjadi perantara atau penghubung antara pembeli kepada RD,” terangnya

Dari tangan pelaku BNNP Sultra berhasil mengamankan barang bukti yakni 13 bungkus plastic bening yang berisi shabu dengan berat kotor 3, 68 gram. 31 lembar plastic bening , satu buah timbangan elektrik, satu buah bong lengkap dengan pipet dan pireksnya. tiga potongan pipet, tiga buah korek gas, satu buah sumbu, dan dua unit HP.

“Atas perbuatan mereka melamggar pasal 115 ayat 1 subsidair pasal 112 ayat 1 dan atau 127 ayat 1 huruf a UU RI no. 35 tahun 2019 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman pidana seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 tahun paling lama 20 tahun,”Tutupnya

Laporan : Irdwan Jeko

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.