Sen. Okt 25th, 2021

Bertemu Warga Lakudo, Wa Ode Rabia Al Adawia Ridwan Sangat Peduli Komoditi Lokal

1 min read
IMG-20190123-WA0009

SULTRALINE.ID, KENDARI – Calon Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Wa Ode Rabia Al Adawia Ridwan kembali melakukan silahturahmi bertatap muka dengan masyarakat.

Kali ini dirinya berjumpa dengan masyarakat Desa Moko, Kecamatan Lakudo, Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Kedatangannya di sambut hangat masyarakat. Politisi muda ini bertemu dengan petani mete.

“Senang rasanya bisa berkunjung ke rumah-rumah warga Kecamatan Lakudo, Buton Tengah, dimana kehadiran saya disambut baik oleh para warga,” ujar Rabia sapaan akrabnya.

Ia pun melihat beberapa aktivitas keseharian masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Menurutnya, ada beberapa komoditi yang dikembangkan menjadi usaha oleh warga setempat, diantaranya mengolah kacang mete dan juga kopra yang merupakan komoditas unggulan.

Apalagi, Sambung Politisi muda ini, Indonesia adalah salah satu Negara terbesar pengekspor biji mete gelondongan ke India, Vietnam, Brazil. Namun, kacang mete ini akan lebih menguntungkan apabila dipasarkan sudah dalam bentuk paket yang sudah diolah bukan masih dalam bentuk biji mete gelondongan, karena prospek pasarnya dan nilai jualnya lebih menguntungkan serta menjajikan.

“Mengolah biji mete gelondongan menjadi kacang mete banyak dilakukan oleh kalangan Ibu-ibu Rumah Tanggara yang ada di Sulawesi Tenggara. Namun, Menurut data Dinas Perkebunan dan Hortikultura Sultra ada 4 daerah yang menjadi sentral produksi utama khusunya Kabupaten Muna (6602 Ton), Kabupaten Buton (4747 Ton), Kabupaten Bombana (656 Ton), Kabupaten Konawe Selatan (6152 Ton). Kemudian Suplai Mete Nasional sekitar 37% dari Sulawesi Tenggara, terbesar di Indonesia,” terang Putri Anggota DPR RI Ridwan Bae ini.

Namun, masih banyak kekurangan yang dimiliki oleh warga dalam mengolah kacang mete, diantaranya kekurangan peralatan. Dimana peralatan yang digunakan masih sederhana yaitu menggunakan pisau khusus, sehingga dalam mengupas biji mete gelondongan menjadi kacang mete harus serba hati-hati dan dibutuhkan skill khusus. Karena kacang mete tidak boleh rusak apabila rusak akan mengurangi nilai jual kacang mete tersebut.

Apalagi, tambah Ia, yang menjadi kendala yaitu kurangnya produksi mete tiap tahunnya. Ada beberapa faktor yang menyebapkan, diantaranya cuaca yang tidak mendukung, kemudian menurut Dosen Fakultas Pertanian, Dr. Ir. Rusnadi Padjung, M.Sc mengatakan belum adanya revitalisasi atau peremajaan tanaman yang sudah berumur 30 tahun.

“Apabila komoditi ini terus dikembangkan akan membantu perekonomian masyarakat dan juga akan meningkatkan Pendapatan Anggaran Daerah (PAD). Beberapa cara yang dapat dilakukan yaitu dengn meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) warga tentang cara mengolah kacang mete yang baik, kemudian memberikan sosialisasi cara peremajaan tanaman guna produksi biji mete terus meningkat tiap tahunnya,” tegas Perempuan yang bersahaja ini.

 

Laporan : Tim Sultraline.id

45 thoughts on “Bertemu Warga Lakudo, Wa Ode Rabia Al Adawia Ridwan Sangat Peduli Komoditi Lokal

  1. Do you mind if I quote a couple of your posts as long as I provide credit
    and sources back to your site? My blog is in the
    exact same niche as yours and my users would
    definitely benefit from a lot of the information you present here.
    Please let me know if this okay with you. Cheers!

  2. I absolutely love your blog and find the majority of your
    post’s to be just what I’m looking for. Do you offer guest writers to write content available for you?
    I wouldn’t mind publishing a post or elaborating on many of the subjects you write about
    here. Again, awesome site!

  3. I loved as much as you will receive carried
    out right here. The sketch is tasteful, your authored
    material stylish. nonetheless, you command get got an nervousness over that you wish be delivering the following.

    unwell unquestionably come further formerly again as exactly the same nearly very often inside case you
    shield this hike.

  4. eventually glass buy generic cheap viagra online twice female specifically education viagra generic suddenly gather roughly
    obligation online viagra early chip [url=http://viatribuy.com/#]buy generic cheap viagra online[/url] probably spite generic viagra 100mg whatever stuff http://viatribuy.com/

  5. I’m impressed, I have to admit. Rarely do I come across a blog that’s both educative and amusing, and without a doubt, you’ve hit the nail
    on the head. The issue is something which not enough folks are speaking intelligently about.
    Now i’m very happy I came across this during my hunt for something regarding this.

  6. Ping-balik: Google
  7. Unquestionably imagine that that you said. Your favourite reason appeared
    to be on the internet the simplest thing to bear in mind of.
    I say to you, I certainly get annoyed even as folks consider concerns that they just don’t recognize about.
    You controlled to hit the nail upon the top and
    also defined out the whole thing with no need side-effects , other folks can take a signal.
    Will probably be back to get more. Thank you

  8. Heya i am for the first time here. I came across this board and I find It truly helpful & it helped me out much.
    I hope to offer one thing back and aid others like you aided me.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

€sl Promotion

€sl Promotion