Ming. Nov 28th, 2021

Berhasil Ubah Perilaku Masyarakat, Pemkot Kendari Raih Penghargaan STBM dari Kemenkes

2 min read
whatsapp-image-2021-10-18-at-16-43-07

ADVERTORIAL – Kesehatan merupakan komponen yang menentukan kesejahteraan suatu bangsa dengan meningkatkan sumber daya manusia (SDM). Hal itu juga dapat mendorong suatu bangsa agar mampu bersaing di dunia global dan mempunyai produktivitas yang tinggi sehingga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat Indonesia.

Kesehatan masyarakat memiliki peran penting dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia, penanggulangan kemiskinan dan pembangunan ekonomi. Indeks Pembangunan Manusia meletakkan kesehatan adalah salah satu komponen utama pengukuran selain pendidikan dan pendapatan.

Kondisi umum kesehatan Indonesia dipengaruhi oleh faktor lingkungan, perilaku, dan pelayanan kesehatan. Sementara itu pelayanan kesehatan terdiri dari beberapa komponen antara lain ketersediaan dan mutu fasilitas pelayanan kesehatan, obat dan perbekalan kesehatan, tenaga kesehatan, pembiayaan dan manajemen kesehatan. Fasilitas pelayanan kesehatan dasar, yaitu Puskesmas yang diperkuat dengan Puskesmas Pembantu dan Puskesmas Keliling, telah didirikan di hampir seluruh wilayah Indonesia, namun pemerataan dan keterjangkauan pelayanan kesehatan masih menjadi kendala.

Dalam kondisi keterjangkauan pelayanan yang masih belum merata dan kebutuhan perubahan perilaku masyarakat, negara telah mengakui peran penting organisasi masyarakat sipil, terutama bagi respon atas penyakit menular yang tingkat penyebarannya masih relatif tinggi di lingkungan masyarakat, seperti TBC, Malaria dan HIV/AIDS.

Penabulu meyakini bahwa perbaikan sistem penganggaran layanan kesehatan, perbaikan tata kelola layanan kesehatan, disamping penguatan organisasi masyarakat sipil dalam menjangkau komunitas populasi kunci dan mendorong efektifitas perubahan perilaku masyarakat menjadi kunci penting upaya perbaikan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia jangka panjang.

Program terutama bekerja untuk meningkatkan kualitas, kapasitas dan kapabilitas organisasi masyarakat sipil yang bekerja di isu kesehatan masyarakat, baik pada aspek manajemen kelembagaan maupun pada kemampuan organisasi dalam memberdayakan dan memobilisasi komunitas populasi kunci; mendorong terbangunnya sistem perencanaan dan penganggaran terpadu pada tingkat kabupaten, dan penyempurnaan mekanisme pelaksanaan program dukungan kesehatan out sendiri.

Hal ini yang membuat pemerintah terus mendorong perilaku hidup bersih kepada masyarakat. Salah satunya terus menyosialisasikan program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia (RI) bahkan mengadakan STBM Award Tahun 2021.

Ajang yang telah dilakukan sejak 2018 ini merupakan pengakuan terhadap keberhasilan daerah atas upaya mengubah perilaku masyarakat, dari yang semula terbiasa buang air besar (BAB) sembarangan menjadi punya gaya hidup sehat. Penghargaan ini juga memberikan apresiasi terhadap pelaku di masyarakat yang mampu menciptakan lingkungan yang kondusif serta mampu meningkatkan kebutuhan dan penyediaan sanitasi.

Setidaknya terdapat 5 pilar STBM yang menjadi acuan yakni :

  1. Stop Buang Air Besar Sembarangan (STOP BABS)
  2. Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS)
  3. Pengamanan Air Minum Rumah Tangga
  4. Pengelolaan Sampah Rumah Tangga
  5. Pengelolaan Air Limbah Rumah Tangga

Stop BABS

Perilaku buang air besar (BAB) sembarangan masih terjadi di Indonesia. Di sejumlah daerah, masyarakat masih BAB sembarangan di kali atau sungai. Data Joint Monitoring Program WHO/UNICEF 2014, sebanyak 55 juta penduduk di Indonesia masih berperilaku BAB sembarangan. Mereka pun bisa mandi dan mencuci pakaian di sungai yang sama. Akibatnya, mereka rentan terkena penyakit diare. Selain diare, balita mudah terserang pneumonia dari pencemaran tinja melalui udara.

Oleh karena ini Pemerintah Kota Kendari terus menggalangkan budaya perilaku buang air besar sehat yang dapat memutus alur kontaminasi kotoran manusia sebagai sumber penyakit secara berkelanjutan. Menyediakan dan memelihara sarana buang air besar yang memenuhi standar dan persyaratan kesehatan.

Program STBM diharapkan bisa membuat anak-anak bisa tumbuh sehat dan memiliki pola hidup bersih.  Namun untuk menjalankan komitmen ini butuh peran serta masyarakat dan banyak pihak terkait, agar semua cita-cita menurunkan angka kematian cepat terwujud. Semua orang harus memiliki jalan pikiran sama menghilangkan budaya BAB sembarangan.

Cuci Tangan Pakai Sabun

Membudayakan perilaku cuci tangan dengan air bersih yang mengalir dan sabun secara berkelanjutan;

Menyediakan dan memelihara sarana cuci tangan yang dilengkapi dengan air mengalir, sabun, dan saluran pembuangan air limbah.

Adapun cara mencuci tangan yang direkomendasikan oleh Badan Kesehatan Dunia WHO adalah sebagai berikut:

  1. Ratakan sabun dengan kedua telapak tangan,
  2. Gosok punggung dan sela-sela jari tangan kiri dengan tangan kanan dan sebaliknya,
  3. Gosok sela-sela jari Punggung jari tangan kanan digosokkan pada telapak tangan kiri dengan jari sisi dalam kedua tangan saling mengunci,
  4. Ibu Jari tangan kiri digosok berputar dalam genggaman tangan kanan dan sebaliknya,
  5. Gosok berputar ujung jari tangan kanan di telapak tangan kiri dan sebaliknya.

 

Pengelolaan Air Minum dan Makanan Rumah Tangga

Pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga adalah melakukan kegiatan mengelola air minum dan makanan di rumah tangga untuk memperbaiki dan menjaga kualitas air dari sumber air yang akan digunakan untuk air minum, serta untuk menerapkan prinsip higiene sanitasi pangan dalam proses pengelolaan makanan di rumah tangga.

Membudayakan perilaku pengolahan air layak minum dan makanan yang aman dan bersih ini diharapkan bisa dilakukan secara berkelanjutan sehinnga dapat menyediakan dan memelihara tempat pengolahan air minum dan makanan rumah tangga yang sehat.

 

Pengelolaan sampah rumah tangga

Pengelolaan sampah di seluruh dunia telah menjadi masalah yang mendesak, karena sangat berdampak terhadap lingkungan. Dengan peningkatan populasi secara eksponensial selama beberapa abad terakhir, bumi telah mengumpulkan limbah dalam jumlah besar tanpa sistem pembuangan yang tepat. Berdasarkan pernyataan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, jumlah timbunan sampah di Indonesia pada tahun 2020 yang lalu ditaksir lebih dari 67,8 juta ton.

Oleh karena itu, setiap manusia harus lebih sadar dan peduli dengan bertanggung jawab untuk lebih teratur dan merencanakan pembuangan sampah mereka secara efisien.

Membudayakan perilaku memilah sampah rumah tangga sesuai dengan jenisnya dan membuang sampah rumah tangga di luar rumah secara rutin;

Melakukan pengurangan (reduce), penggunaan kembali (reuse), dan pengolahan kembali (recycle); Menyediakan dan memelihara sarana pembuangan sampah rumah tangga di luar rumah.

Perilaku Pengamanan limbah cair rumah tangga

Limbah cair rumah tangga adalah cairan limbah rumah tangga yang berasal dari hasil cuci-mencuci dan hasil memasak. Limbah ini harus diberlakkan berbeda dengan limbah yang berasal dari tinja. Sehingga limbah cair ini tidak boleh di buang di septitank karena kandungan sabun yang ada di limbah ini, mampu membunuh mikroorganisme atau bakteri yang bertugas mengurai limbah tinja.

Sehingga sekiranya perlu untuk melakukan pemisahan saluran limbah cair rumah tangga melalui sumur resapan dan saluran pembuangan air limbah; Menyediakan dan menggunakan penampungan limbah cair rumah tangga; dan Memelihara saluran pembuangan dan penampungan limbah cair rumah tangga.

Adapun Prinsip-prinsip STBM terdiri dari Tanpa Subsidi, Masyarakat sebagai pemimpin, Tidak menggurui atau memaksa dan Totalitas

(Walikota Kendari saat melakukan Virtual dengan kementerian Kesehatan RI)
(Walikota Kendari saat melakukan Virtual dengan kementerian Kesehatan RI)

 

Salah satu daerah yang mendapat penghargaan adalah Kota Kendari. Kendari berhasil meraih penghargaan STBM dengan kategori “Berkelanjutan dan Suplay”. Penerimaan penghargaan yang dirangkaikan dengan Memperingati Hari Cuci Tangan Pakai Sabun (HCTPS) tersebut dilaksanakan secara virtual di Media Center Rumah Jabatan Wali Kota Kendari, Jumat 15 Oktober 2021.

Wakil Menteri Kesehatan, dr. Dante Saksono Habuwono mengatakan, STBM adalah suatu pendekatan yang menekankan pada perubahan perilaku hidup bersih dan sehat. Dimana pelaksanaannya melibatkan masyarakat sebagai subjek pembangunan yang berperan aktif dalam proses pengambilan keputusan.

“Ini bertujuan untuk mewujudkan perilaku masyarakat yang hygienis dan saniter secara mandiri dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan yang setinggi-tingginya,” kata dr. Dante.

Menurutnya, terdapat lima pilar STBM yang digulirkan Kemenkes yaitu stop buang air besar sembarangan, cuci tangan pakai sabun, pengelolaan makanan dan minuman rumah tangga, pengelolaan sampah dan pengelolaan air limbah yang memenuhi syarat.

whatsapp-image-2021-10-15-at-14-45-55

(Wakil Menteri Kesehatan, dr. Dante Saksono Habuwono)

Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan, Kartini Rustandi mengatakan, menilik target yang ditetapkan pemerintah melalui RPJNM dan Renstra Kemenkes 2020-2024, tentu masih banyak pekerjaan rumah yang harus dikerjakan pemerintah.

Pasalnya, dari 514 kabupaten kota saat ini, baru 102 kabupaten/kota yang terverifikasi dinyatakan bebas dari buang air besar sembarangan.

Artinya masih banyak kabupaten kota yang perilaku masyarakatnya masih suka buang air besar dimana-mana. Sampai dengan Tahun 2021 terdapat 102 kabupaten/kota yang telah terverifikasi Stop Buang Air Besar Sembarangan.

“Kita perlu komitmen dari para kepala daerah untuk menjadi salah satu agen perubahan agar masyarakat mau mengubah perilaku buang air besar sembarangan. Salah satu caranya adalah dengan menyediakan pendanaan fasilitas sanitasi dan prasarana air bersih,” kata Kartini.

Sementara itu, Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir mengatakan, pihaknya akan terus memastikan agar program STBM ini bukan hanya sekedar penghargaan, tapi juga menjadi program bagi Pemkot Kendari untuk terus disosialisasikan secara terus menerus kepada masyarakat.

“Sehingga seluruh poin dari program STBM ini dapat menjadi pemahaman dan kebiasaan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Sulkarnain.

Ia mengatakan, Pemkot Kendari akan berupaya untuk memaksimalkan program pada lima pilar dalam STBM.

“Mudah-mudahan dengan penilaian yang dilakukan hari ini memberikan kami referensi terkait hal-hal yang harus kami lakukan agar lima pilar ini dapat kami lakukan secara maksimal,” ujarnya

“Sehingga masyarakat utamanya anak-anak dapat tumbuh sehat dan dapat mencapai cita-citanya kelak.” Sulkarnain memungkasi.

Langkah tersebut sesuai dengan Visi Pemkot Kendari yakni Mewujudkan Kota Kendari sebagai Kota Layak Huni yang berbasis Ekologi, Informasi dan Teknologi.

whatsapp-image-2021-10-01-at-19-21-22

(Walikota Kendari, Sulkarnain Kadir) 

Sementara itu, Warga pun mengapresiasi atas keberhasilan Pemkot tersebut. Seperti yang diungkapkan Reza bahwa kesehatan sangat penting, apalagi disituasi pandemic saat ini.

“Saya lihat Pemkot kendari di bawah kepimpinan Wali Kota Pak Sulkarnain, semakin kesini semakin baik, khususnya soal sanitasi ini dengan memperhatikan wilayah-wilayah pesisir yang terus ditata sehingga masyarakat diingatkan betapa penting kesehatan ini,” katanya.

Untuk diketahui, Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) adalah suatu pendekatan yang menekankan pada perubahan perilaku hidup bersih dan sehat dengan melibatkan masyarakat sebagai subjek pembangunan yang berperan aktif dalam proses pengambilan keputusan.

 

€sl Promotion

€sl Promotion