Benarkah Pantai Tempat Meninggalnya Mahasiswa KKN Berbahaya? Berikut Jawaban Warga Desa Sombu

SULTRALINE.ID, WAKATOBI –  Sombu dive yang terletak di Desa Sombu, kecamatan Wangi-wangi, kabupaten Wakatobi sontak masuk media lokal maupun nasional dengan tenggelamnya dua orang mahasiswa asal Universitas Sebelas maret (USN) Surakarta pada senin 26 Februari 2018.

Dua mahasiswa yang tenggelam akibat tersapu ombak menimbulkan pertanyaan, apakah laut yang berada di sekitar pantai sombu berbaya?.

Pantai sombu merupakan salah satu destinasi wisata yang sering dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun asing untuk menikmati pemandangan bawah laut yang sangat indah ataupun sekedar menghabiskan waktu senja bersama Mentari.

Di sore hari tidak jarang kita menemukan anak-anak SMP hingga dewasa Berenang ditepian dermaga Sombu Dive tanpa menggunakan alat-alat snorkling ataupun alat diving lengkap. Kebanyakan dari mereka adalah masyarakat desa Sombu dan desa Waha Yang kebetulan tidak berada jauh dari tempat Dua Mahasiswa KKN Tenggelam itu.

Berdasarkan penuturan salah seorang warga desa sombu bernama Ramli (25) mengatakan tempat tersebut tidak berbahaya. “Kami biasa berenang ditepian dermaga sombu dive itu dan setau saya, dari anak-anak hingga dewasa sebelumnya tidak pernah ada kejadian tenggelam atau semacamnya, asalkan kita sudah paham kondisi cuaca disana” ujar Ramli

Ia juga menambahkan kondisi yang harus di waspadai adalah pada saat musim barat, serta saat air mulai pasang dan saat air sedang surut.

Operator penyelaman dari Wakatobi Dive Trip yang biasa di sapa Mas Seto menuturkan setiap pantai berbahaya jika tidak di barengi dengan prosedur keselamatan yang benar

“Semua laut berbahaya terutama pada saat pergerakan air pasang maupun air surut, biasa terjadi arus keluar maupun arus tekan kebawah saat-saat yang baik untuk melakukan snorkling maupun penyelaman yaitu saat kondisi air tidak sedang naik maupun tidak sedang pasang,”terangnya, kamis (01/03/2018).

“Selain itu, bagi wisatawan yang belum mengetahui kondisi di wakatobi sebaiknya menggunakan pemandu snorkling maupun pemandu penyelaman,” pungkas Mas Seto.

Untuk diketahui, kedua Mahasiswa yang tenggelam saat melakukan snorkling di sekitaran dermaga Sombu dive tersebut tidak mengetahui kondisi cuaca dan tanpa pendamping snorkling.

Laporan: Samidin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.