October 17, 2019
You can use WP menu builder to build menus

SULTRALINE.ID, KOLAKA – Direktur Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Dr. Didin Wahidin M.Pd dalam kuliah umumnya di depan ratusan mahasiswa Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka penerima bidikmisi tahun akademik 2019-2020 mengatakan bahwa sasaran program bidikmisi adalah mereka yang ekonominya lemah namun berprestasi di akademiknya, Selasa 8 Oktober 2019.

Didin Wahidin tidak ingin ada anak bangsa kemudian putus asa tidak kuliah karena faktor ekonomi ini yang di jelaskan di auditorium USN. Dengan tujuan pokoknya tetap meneruskan kuliah  dengan adanya program bidik misi yang menyediakan bantuan bagi mahasiswa yang kurang mampu di bidang ekonomi.

“Apalagi di kementrian sosial sudah terdaftar kependudukannya di situ ada data 80%, 40%dan 25% data miskin, sehingga misal 8% tidak di peroleh atau belum bisa di penuhi kuota kita, maka naik ke 25% termiskin, nanti naik 40% jadi kita berusaha bahwa beasiswa di peroleh bagi orang-orang yang berhak agar kesejahteraan dan pemerataan pendidikan di rasakan semua anak bangsa. Apalagi yang ingin melanjutkan keperguruan tinggi agar bisa bersaing dengan yang lain dengan proses yang baik itu akan tersentuh bidik misi,” paparnya.

“Dan memang sampai sekarang belum semua tersentuh tapi sebagian besar  yang memiliki akademiknya bagus itu sudah terjaring,” tambahnya.

Menurut Didin, sebenarnya program bidikmisi ada beberapa macam yang disediakan pemerintah untuk tahun.

“Kita mengeluarkan 1.300.000 orang ,dan bahkan tahun kedepan 400.000 yang baru, kan bidikmisi itu kan 4 tahun untuk program sarjana  dan D3 waktunya tiga tahun itu di set agar bisa kuliah sampe selesai. Dan mereka di sediakan uang kuliah dan biaya hidup,” tuturnya.

(Direktur Kemahasiswaan Kemenristekdikti, Dr. Didin Wahidin M.Pd bersama Rektor USN Kolaka, Dr. Azhari)

(Direktur Kemahasiswaan Kemenristekdikti, Dr. Didin Wahidin M.Pd bersama Rektor USN Kolaka, Dr. Azhari)

 

 

Ia menambahkan untuk menghindari bidik misi salah sasaran maka dari Kemenristekdikti singkronkan dengan kementrian sosial untuk melakukan verifikasi di lapangan.

“Walau terkadang ada kendala yang perguruan besar dan punya mahasiswa yang tinggalnya jauh, sehingga dengan mengsingkronkan data di Kementerian sosial, biro pusat statistik Kementerian dalam negeri itu yang kita usahakan lakukan agar nanti bisa kita tahu siapa anak yang keluarga miskin yang sudah terdaftar di Kementerian sosial dan berharap tidak ada lagi anak-anak miskin yang terlewati, karena nama mereka sudah ada terdaftar,” jelasnya.

Lebih lanjut ia menuturkan, tujuan pokok semester awal sebenarnya, namun tahun ini ada ketentuan yang ditetapkan bila pada semester awal biaya sendiri, akan tetapi di tengah jalan tiba-tiba ekonominya meresot dan takut DO itupun bisa diajukan.

“Jadi bidikmisi yang ada di perguruan tinggi sekitar 20%. Dan sentuhan bidikmisi bukan hanya akademiknya tapi yang berprestasi di bidang olah raga juga orang cacat, namun berprestasi anak-anak  yang aktif kegiatan kemanusiaan di kampusnya, sehingga beasiswa itu menyentuh dari sabang sampai merauke seperti di Papua dan Papua Barat untuk daerah 3T. Keuntungannya mereka bisa masuk perguruan tinggi berkualitas  dengan standar kita relatif rendah agar bisa masuk walau asal daerahnya jauh tidak berputus asa untuk tetap bisa kuliah,” tuturnya lagi.

Terlebih saat ini, kata Didin, indeks pendidikan jika bandingkan negara lain seperti Australia atau negara lain, Indonesia masih sedikit orang terdidik di perguruan tinggi bahkan cuma 12% sementara negara lain sudah tinggi.

“Ini mencerminkan tingkat kemajuan bangsa ini. Maju itu terlihat dari pendidikan dan kesejahtetaan  bangsanya,  yang mengenyam pendidkan perguruan tinggi yang sekarang sederajat SD/SMP 52% perguruan tinggi 12%, tengahnya SMA. Jadi yang kita harapkan dari SMA bisa naik ke Perguruan Tinggi dan kita tingkatkan agar bisa membawa bangsa ini maju terutama dari kalangan pendidikan tinggi.

“Dan tentang bidikmisi USN akan terus meningkat dengan penerimaan mahasiswa yang banyak  di sesuaikan dengan aturan undang-undang, itu berarti USN harus menyediakan 20% anak-anak dari kalangan miskin yang sesuai kualitasnya berarti biaya hidup juga naik,” sambungnya.

“Berharap dengan adanya bidikmisi meningkatkan kualitas pendidikan dan mental yang baik demi kemajuan bangsa dan negara kedepan,” pungkas Didin.

Laporan : Sri

No Comments