Bangun Sinergitas, BNI Syariah Gelar Bincang-bincang dan Lantik JES

SULTRALINE.ID, KENDARI – Bank Negara Indonesia (BNI) Syariah mengadakan kegiatan yang bertajuk Bincang-bincang Bersama Jurnalis dan Pelantikan Jurnalis Ekonomi Syariah (JES) Kendari, yang bertempat di Same Hotel Kendari Kamis (22/11/2018).

Kegiatan ini di hadiri langsung oleh Tribuana Tunggadewi selaku direktur kepatuhan dan risiko BNI Syariah, Makmur selaku staf ahli bidang SDM yang mewakili Walikota Kendari dan ASBISINDO Dr. Herbudi S Tomo selaku tren perbankan Syariah 2018/2019, serta Perwakilan OJK Sultra dan Serikat Perusahaan Pers (SPS).

Kegiatan itu dirangkaikan pelantikan pengurus JES, yang sebelumnya telah dilakukan pemilihan, dimana Rustam Djamaluddin terpilih sebagai Ketua JES.

Tribuana Tunggadewi menjelaskan tujuan di bentuknya Jurnalis Ekonomi Syariah (JES), untuk membangun sinergitas antara media dan BNI serta perbankan syariah lainnya.

“Di samping efek atau dampaknya ke BNI Syariah, juga akan dilakukan pertemuan-pertemuan kecil untuk bincang-bincang mengenai produk-produk syariah agar dapat memberikan edukasi kepada Masyarakat, mengenai produk BNI Syariah yang bisa di manfaatkan oleh masyarakat kendari, dengan adanya Jurnalis ekonomi Syariah (JES) Informasi mengenai perkembangan keuangan syariah dan perbankan syariah, termaksud juga BNI Syariah itu lebih mudah di komunikasikan kepada masyarakat,” terang Tribuana Tunggadewi selaku.

Ia menerangkan, mengenai transaksi produk syariah yang lebih ketimbang yang biasanya. Yang kemudian mampu mempermudah masyarakat.

“Produk pembiayaan kendaraan bermotor berarti pembiayaan konsumtif akadnya, kita memakai murah pahat jual beli seperti biasa saja, jadi datang ke bank bawa kendaraan bermotor, disini motor itu merupakan objeknya itu sendiri, kemudian kita akad. Jaminannya itu ada kalau dia tidak sanggup membayar jaminannya itu masih menggunakan jaminan vidusial. Kalau kendaraan bermotor masih tetap ada jaminannya, cuma akad jual beli yang murah bahat menggunakan margin. Nah margin ini yang tadi telah di sampaikan oleh bapak OJK ini karena diikat diawal maka dia tidak akan di rubah, tidak bisa di rubah jadi kalau tadi ada BI menaikkan suku bunga atau apa, marginnya tidak berubah sampai pembiayaannya berakhir,” jelasnya.

Selain itu, lanjut ia, dengan prosedur kerja yang akan dilakukan tak perlu repot lagi dalam bertransaksi.

“Biasanya Bank menyediakan tabungan seperti dalam bentuk pihak ketiga yaitu, tabungan, deposito dan giro. Tetapi disini kami juga mempunyai campain yakni Indonesia berhaji, dan untuk tahun ini mengcampain mengajak anak-anak, keluarga agar menabung untuk berhaji itu di mulai sejak kecil karena seperti yang kita ketahui sendiri antrian haji itu panjang, jadi kalau dari kecil sudah menabung kemudia sudah mencapai Rp 25 juta itu sudah bisa diantrikan, sehingga pada saat anak-anak itu besar itu sudah bisa,” imbuhnya.

 

(Ketgam : Pelantikan pengurus Jurnalis Ekonomi Syariah)

 

Dengan harapan, tambah Tribuana, mengcampain Indonesia berhaji di samping itu juga pihaknya mengcampain wakaf, itu dilakukan ingin mengubah mainset berpikir bahwasannya wakaf itu orang yang mempunya tanah besar, sehingga bisa di wakafkan jadi masjid, jadi kuburan.

“Padahal wakafnya itu bisa lebih produktif. Jadi kalau kita punya uang berapa saja kita bisa berwakaf, jadi disini nanti masyarakat bisa mengklik di www.wakafhasana, disitu kita bisa menyetor berapa saja untuk mmegikut projek wakaf yakni wakaf sekolah, wakaf rumah sakit, wakaf sumur, ataupun wakaf gedung. Itulah campain-campain yang kami lakukan, dimana selain memperkenalkan produk-produk kita juga bisa mengajak masyarakat lebih memahami produk syariah,” pungkasnya.

Untuk diketahui, BNI Syariah berdiri pada 6 November 2010 yang bertempatkan di Bogor.

Laporan : Indriana, Dwi Rini Inten Suminar/KSL
Editor : Irdwan Jeko

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.