Balita di Kendari Alami Gizi Buruk Akibat Konsumsi Susu Kaleng

36 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

SULTRALINE.ID, KENDARI – Bayi bawah lima tahun (Balita) terbaring lemah di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bahteramas. Diduga balita tersebut mengalami gizi buruk, akibat asupan susu kaleng.

Seperti yang diungkapkan Humas RSUD Bahteramas, Masita, kepada awak media, Kamis (1/1/2018). Menurut Masita, saat dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD), kondisi pasien sangat memprihatinkan. Tidak hanya terdiagnosa gizi buruk, pasien juga mengalami luka lecet disekujur tubuhnya.

“Bayinya alhamdulillah tertolong, saat masuk ke IGD, kondisi bayi sangat lemah. Kami lalu tindaklanjuti dengan asupan nutrisi, antibiotik, dan salep. Selain diagnosa gizi buruk, Muharram juga kena alergi, kemungkinan besar karena efek lanjutan dari susu kaleng yang dikonsumsi sejak lahir,” jelas Masita.

Bayi bernama Muharram ini yang masih berusia 4 bulan , terpaksa harus rela terbaring dengan lilitan selang infus di sekujur tubuhnya. Beruntung, saat dilarikan ke Rumah Sakit Bahteramas 3 hari lalu, bayi berjenis kelamin Laki-laki itu masih bisa tertolong dengan penanganan dan observasi tim medis Rumah Sakit plat merah tersebut.

 

Risna, selaku Ibu pasien, tercatat berdomisili Jalan Paseno, Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia. Ibu muda ini, mengaku memberikan susu kaleng kepada anak semata wayangnya tersebut, karena tidak bisa menyusui. Saat ditanyakan alasan mengapa tidak memberikan ASI yang menjadi sumber gizi terbaik bagi anaknya, Risna hanya terdiam, sembari tersenyum tipis.

“Ie, saya kasi susu kaleng, saya nda kasi ASI,” singkat Risna, sembari tersenyum tipis.

Ketidaktahuan Risna mengenai pentingnya asupan ASI bagi bayi menurut Masita, menjadi salah satu faktor utama penyebab Muharram mengalami malnutrisi.

“Satu-satunya nutrisi terbaik bagi bayi usia 4 bulan itu hanya ASI. Pemberian susu formula boleh diberikan dengan alasan tertentu, misalnya Ibu tidak bisa memproduksi ASI. Tapi tidak berlaku untuk susu kaleng. Susu kaleng ini memang tidak boleh diberikan untuk balita, apalagi bayi usia 4 bulan, dan larangan itu, jelas tertera dalam susu kemasan. Faktor ketidaktahuan Orangtua disini jadi alasan mengapa Orangtua Muharram nekat memberikan susu kaleng ke anaknya,” papar Masita.

Orangtua Muharram yang belakangan diketahui berprofesi sebagai pemulung ini, boleh bernafas lega. Sebab pihak RS Bahteramas sigap merawat bayi mungil tersebut, dengan tidak membebankan biaya pengobatan sepeserpun kepada pasien. Kasus Muharram, juga tercatat sebagai kasus gizi buruk pertama yang ditangani oleh pihak Rumah Sakit, di awal Tahun 2018.

“Kami komitmen merawat Muharram, tanpa memungut biaya apapun. Kasus ini pertama kali kami tangani di awal Tahun 2018 ini. Semoga kasus ini bisa menjadi pembelajaran bagi Orangtua lainnya, agar tidak lalai dan tidak malas menggali informasi penting mengenai asupan nutrisi untuk bayi ” pungkasnya.

Laporan: Irdwan Jeko

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *