Ayo ke Namu, Desa Wisata Dengan Seribu Pesona

296 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

SULTRALINE.ID, KENDARI – Satu lagi kawasan pesona wisata baru, “ditemukan” di Sulawesi Tenggara. Tepatnya di Desa Namu, Kecamatan Laonti, Kabupaten Konawe Selatan. Salah satu pesona wisata ditempat tersebut yang kini tengah menjadi viral di media sosial karena keindahanya, yakni Pantai Namu.

“Desa wisata Namu adalah kawasan wisata yang cukup lengkap, karena tidak hanya pantai, tapi juga wisata bawah laut, air terjun maupun atraksi budaya dan kearifan lokal masyarakat setempat,” jelas penggiat wisata Ruruhi Project, Yasrin Fior Polingai dalam Diskusi Publik tentang Wisata yang digelar AJI Kendari, Sabtu (14/01/2017).

Ruruhi Project merupakan organisasi nirlaba berbasis komunitas wisata yang tengah mengembangkan Desa Wisata Namu bersama masyarakat setempat. Sejak Oktober 2016 lalu, lembaga ini mengorganisir masyarakat untuk menjaga dan mengelola objek wisata di Desa Namu.

Mengutip informasi di sultranews.com, di Desa Namu yang terletak di pesisir Kawasan Suaka Marga Satwa Tajung Peropa ini terdapat sejumlah objek wisata alam yang saling berdekatan sehingga dapat dengan mudah untuk disusuri dan dinikmati keindahannya.

Untuk penyuka wisata laut, pilihannya adalah Pantai Namu dengan pasir putih yang tersebar sepanjang desa, selain itu ada juga pesona wisata bahwa laut dengan keindahan terumbu karang dan ikannya yang cocok untuk penyelaman, snorkeling maupun diving.

Selain itu, di sisi utara Desa Namun terdapat area wisata berupa danau biru dengan air yang bersumber dari air pegunungan di belakng Desa. Sekitar 1 kilometer punggung bukit desa tersebut terdapat lokasi wisata air terjun setinggi 10 meter dengan kontur air yang mengalir dibebatuan berundag-undag.

Kelestarian hutan Namu yang termasuk dalam Garis Wallaca ini juga menghadirkan keindahan alam tersendiri yang khas, khususnya pada kehidupan flora dan fauna di kawasan tersebut. Aneka satwa dilindungi masih dapat dijumpai ditempat tersebut seperti binatang jenis rusa, anoa, kera hitam sulawesi, rangkong rimba, elang Sulawesi hingga babi hutan.

Wisatawan juga dapat menikmati keidahan aneka flora endemik yang tumbuh subur di hutan Namu, diantaranya anggrek macan (tiger) corak kuning yang sangat langka serta berbagai tumbuhan khas garis Wallacea lainnya.

Tidak hanya berwisata alam, pengunjung juga dapat menikmati wisata budaya di Desa Namu seperti kuliner khas Namu serta sajian budaya lainnya yang merupakan bagian dari kearifan lokal masyarakat setempat.

Yasrin Fior Polingai atau yang akrab disapa Fior juga menjelaskan, untuk kenyamanan wisatawan fasilitas pendukung juga telah tersedia di Desa Wisata Namu berupa homestay yakni rumah penduduk yang bisa kepada wisatawan.

“Fasilitas MCK juga rata-rata sudah dipersiapkan dengan baik, termasuk ketersediaan air tawar yang cukup melimpah di desa,” jelasnya.

Bagi wisatawan yang ingin mengunjungi Desa Namu, juga tidaklah sulit sebab seluruh rute menuju ke desa tersebut sudah dapat dijangkau dengan kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat.

Dari Kota Kendari Wisatawan dapat melalui jalur darat dengan menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat mengambil rute Kacamatan Moramo – Kolono hingga Desa Langgapulu – Amolengu dengan jarak tempuh kurang lebih 1 jam. Setibanya di Dermaga rakyat Desa Langgapulu, kapal nelayan telah siap sedia mengantar ke Desa Namu dengan jarak tempuh sekitar 30 menit perjalalan laut.

Rute lain yang dapat digunakan yakni menggunakan Kapal dari Dermaga di kawasan Kota Lama Kendari dengan tujuan ke Dermaga rakyat Laonti untuk selanjutnya berganti dengan kapal nelayan yang akan mengantar ke Desa Namu.

Dana yang digunakan untuk berlibur ke Desa Wisata Namu juga tidak terlalu besar, yakni berkisar Rp 500 ribu hingga Rp1 juta rupiah per orang.

Laporan: Taufik Qurahman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *