June 18, 2019
You can use WP menu builder to build menus

SULTRALINE.ID, WAKATOBI – Wakatobi Bersinar yang didalamnya terdapat tujuan untuk menciptakan Wakatobi yang Religius sudah sepatutnya menjadi contoh bagi daerah-daerah lain. Apalagi, daerah maritim ini mayoritas masyarakatnya penganut agama Islam.

Dalam hal pergantian tahun, akibat kurangnya pengetahuan mengenai hal keagamaan menyebabkan pergantian tahun seakan akan menjadi hal yang wajib untuk dirayakan. Kebiasaan ini mulai menjamur di masyarakat hingga memicu Bupati Wakatobi Arhawi angkat bicara melalui Surat edaran.

Melalui Surat edaran bernomor 330/240/XII/2018  330/240/XII/2018 tentang Persiapan Menyambut tahun baru 2019. Bupati menghimbau agar tidak melakukan kegiatan yang menyimpang dari kultur keagamaan.

“Dalam rangka memasuki Pergantian Tahun 2019, Kabupaten Wakatobi mempertegas komitmennya menjadi Kabupaten Maritim yang Religius. Maka dengan ini dihimbau kepada Masyarakat Kabupaten Wakatobi agar tidak melakukan kegiatan pergantian Tahun Baru yang menyimpang dari Kultur dan Ajaran Agama seperti  Pesta Miras, Arak-arakan di Jalan dan sejenisnya,” ujarnya.

 

 

Selain itu untuk mencegah hal itu Bupati berharap kepada orang tua agar mengarahkan putra-putrinya untuk melakukan kegiatan positif

“Diminta kepada seluruh pengurus masjid, pesantren untuk melakukan zikir dan doa bersama pada malam tahun baru di Masjid atau Pesantren masing-masing,” tambahnya.

Ia berharap bagi warga non Muslim yang ingin beribadah atau melaksakan kegiatan ritual lainnya, untuk menyesuaikan dengan kondisi setempat.

“Diminta kepada Camat, Lurah dan Kepala Desa agar Surat Edaran ini disebarluaskan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Wakatobi,” tutupnya.

 

Laporan : Samidin

No Comments