Sen. Des 9th, 2019

Amplop Bergambar SU Viral, Elektabilitas Kian Populer

1 min read
img-20191204-wa0032

SULTRALINE.ID, MUNA – Pasca menggelar silaturahmi dengan ribuan masyarakat di Tampo, Kecamatan Napabalano dan Kecamatan Bone, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggra (Sultra), nama Syarifuddin Udu (SU) sebagai Bakal Calon (Balon) Bupati Muna makin melejit.

 

Ada pepatah mengatakan “Makin tinggi pohon, maka makin kencang pula angin yang menerpah”, seperti halnya pepatah itu, elektabiltas SU yang kian populer coba digoyahkan.

 

Segala macam cara pun dilakoni mereka yang ‘gelisah’ dengan gerakan SU merebut simpati dan dukungan masyarakat Bumi Sowite.

 

Teranyar dan sedang viral di media sosial Face Book (FB) melalui akun bernama Kontraktor Pembangun Kapal, yang memosting amplop putih bergambar SU bertuliskan jabatan SU saat ini di Kemendagri RI, dengan selembar uang Rp50 ribu di dalamnya.

 

Pada postingan Kontraktor Pembangun Kapal ini juga menuliskan “Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri lagi bagi2 Uang untuk tujuan Politiknya.

 

Sepertinya Bagus diViralkan sampe ke Kemendagri ini Foto, biar sampe ke Pa Tito Karnavian. Rusak Kemendagri kalau begini…”

 

Beragam komentarpun bermunculan, baik cibiran maupun tudingan. Namun tak sedikit pula diantara komentar itu, lahir pembelaan dan sanjungan untuk SU yang dikemukakan para netizen.

 

Postingan akun Kontraktor Pembangun Kapal ini, apakah merugikan atau justru menguntungkan buat SU yang namanya kini mulai jadi perbincangan (tranding topic) dan makin diperhitungkan sebagai rival tangguh di Pilkada serentak 2020 di Kabupaten Muna mendatang?

 

Dikutip dari salah satu media online lokal, Ketua Pemenangan SU Muna Bangkit, La Ode Amin Rambega telah melakukan klarifikasi soal postingan akun Kontraktor Pembangunan Kapal terhadap SU tersebut.

 

“Itu memang benar, tetapi yang kita lakukan ini adalah sebagai penggnti uang transport masyarakat ke tempat pertemuan. Kenapa kita harus lakukan seperti itu, karena kita harus pikirkan masyarakat hadir di pertemuan, dia korbankan waktunya, dia korbankan tenaganya dan dia tinggalkan tinggalkan aktifitasnya, jadi kita harus pikirkan juga masyarakat jangan kita egois. Jangan seolah-olah kita mau jadi malaikat, seolah-olah bisa perbaiki Muna tapi pada akhirnya kita tidak bisa bikin apa-apa,” ucap Amin Rambega.

 

Hal senada, Ketua Gerakan Millenial Muna (GMM) Sultra, Ali Akbar Ode Ndigamu mengatakan, pemberian uang kepada warga yang hadir merupakan bentuk konsistensi panitia.

 

“Pemberian amplop tersebut harus diakui dengan tujuan sebagai pengganti transportasi selaku peserta pertemuan, mengingat sebagian besar dari mereka yang hadiri silaturahim berasal dari desa lain yang membutuhkan biaya transportasi, bahan bakar atau sewa ojek untuk bisa sampai ke lokasi pertemuan,” Ali Akbar Ode Ndigamu, Selasa 3 Desember 2019.

 

Pria yang karib disapa Ojo itu menambahkan, hal yang wajar jika seorang balon menyertakan nama jabatan yang tengah diemban sebagai nilai jual balon itu sendiri di masyarakat. Dan menurutnya hal seperti itu, diyakininya juga dilakukan balon lain untuk menaikan elektabilatasnya.

 

“Yang salah itu, kalau beliau (SU) bawa jabatan yang tidak dijabatnya, tapi kan beliau itu memang saat ini menjabat sebagai Dirjen Bina Keuangan Daerah di Kemendagri RI, saya kira tidak ada yang salah dan tidak perlu dibesar-besarkan. Marilah kita berpolitik yang santun,” ajaknya memungkasi.

 

 

 

Laporan : Baharuddin Palugu

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *