May 21, 2019
You can use WP menu builder to build menus

SULTRALINE.ID, MUNA – Menyikapi lanjutan aksi damai jilid 1 yang dilakukan beberapa waktu lalu yang sampai saat ini belum melahirkan solusi terkait kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah Kecamatan Kontukowuna, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra), Koalisi Mahasiswa Pemuda dan Masyarakat Kecamatan Kontukowuna (KMPM Kontukowuna) kembali melakukan aksi damai jilid 2 di beberapa titik yakni Pos Polisi (pospol) kontukowuna, kantor camat, kantor DPRD Kabupaten Muna dan kantor Bupati  Muna.

Mereka meminta pemerintah daerah (Pemda) dalam hal ini Bupati Muna untuk mencopot Camat Kontukowuna, karena gagal dalam menuntaskan permasalahan hingga berlarut-larut dan terkesan dibiarkan tanpa ada langkah yang solutif.

“Kami minta Camat Kontukowuna di copot karena sampai saat ini tidak ada sama sekali kepeduliannya terhadap masyarakat, padahal dia (Camat) perpanjangan tangan dari bupati untuk menyelesaikan permasalahan yang ada, apalagi kasus-kasus ini semakin meresahkan masyarakat,” teriak Jendral lapangan Raden Salianto dalam orasinya, Senin (/04/02/2019).

Selain itu menegaskan kepada pihak kepolisian agar mengusut tuntas persoalan kasus-kasus yang terjadi di Kecamatan Kontukowuna seperti kasus pengeroyokan, penikaman, penyerangan rumah-rumah warga dan perkelahian antara pemuda. Sebab mereka menilai Camat Kontukowuna selaku pimpinan wilayah itu tidak mampu menjalankan tugas dengan baik.

“Jika persoalan ini tidak di usut tuntas maka kami akan melanjutkan aksi damai ini di Polda Sultra,” ungkap Salianto dalam orasinya, Senin (/04/02/2019).

 

(ketgam: masa KMPM Kontukowuna saat di bertemu  anggota DPRD Muna/Foto istimewa)

 

Di kantor DPRD Muna KMPM mereka juga meminta kepada pihak DPRD untuk segera melakukan hearing atau rapat dengar pendapat (RDP) dengan mengundang pihak-pihak terkait.

“Ini sebagai bentuk kepedulian kampung kami demi terciptanya Kamtibmas,” pungkas Salianto. (iJk)

No Comments