€sl Promotion

€sl Promotion
19/01/2022

60 Jenis Pohon Endemik Ditanam di Kebun Raya UHO

1 min read

SULTRALINE.ID, Kendari – Sebanyak 405 bibit tanaman yang terdiri dari 60 jenis pohon endemik yang hanya dapat ditemukan di Sulawesi masuk dalam daftar terancam punah di tanam dan dilestarikan di Kebun Raya, Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari pada Rabu, (22/12/2021). Jenis pohon yang di tanam itu, diantaranya Pooti, Kayu Kuku, Angsana, Kalapi, Sonokeling, Merbau, Gito-gito, Jabon Merah, Kayu Besi, Eha, Biti, Longkida, Lada Hutan, Pololi, Ruruhi dan Kesambi serta tanaman holtikultura yakni bibit Jeruk Siompu.

Program tersebut merupakan bagian dari rangkaian gerakan nasional penanaman pohon terancam punah Indonesia yang diselenggarakan oleh Asosiasi Mikoriza Indonesia (AMI) pusat bekerjasama dengan UPT Ilmu Hayati dan Kebun Raya Universitas Halu Oleo (UHO), Jurusan Kehutanan FHIL UHO, PT Green Planet Indonesia, IKA Kehutanan Unhas, DPD HAE IPB Sultra dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Pemprov Sultra).

Dalam sambutannya Gubernur Sultra, Ali Mazi menyampaikan Sulawesi Tenggara memiliki sekitar 599 tumbuhan berkata yang berasal dari 82 famili dan 352 marga yang menghuni berbagai tipe dan ekosistem di bumi Anoa. Dikatakannya, jenis pohon tersebut dinilai sangat rentan punah dan dalam keadaan mendesak untuk diselamatkan. Kemudian, 37 jenis diantaranya telah masuk daftar merah di Unit Internasional Untuk Konservasi Alam (IUCN) sebagai jenis terancam punah.

“Jenis yang dimaksud seperti pooti, Eboni, Kalapi, Kayu Kuku, dan Angsana. Olehnya, kami mengajak masyarakat untuk menyelamatkan pohon tersebut dari keterancamannya,” ujar Ali Mazi. Lanjut Ali Mazi, melalui kegiatan penanaman tersebut diharapkan dapat menginspirasi seluruh masyarakat dapat untuk ikut serta dalam pelestarian ekosistem dan ini juga sebagai bentuk rasa syukur karena telah menjaga serta melestarikan ciptaan-Nya.

Di tempat yang sama, Rektor UHO, Prof Muhammad Zamrun Firihu menyampaikan penanaman bibit pohon  ini merupakan salah satu bentuk usaha Universitas untuk melestarikan tanaman endemik Sultra.

“Kebun Raya ini kita siapkan sebagai lahan konservasi untuk tanaman asli Sulawesi Tenggara termasuk dengan tanaman yang hampir punah itu. Jadi, kalau bisa semua ada disini guna dilestarikan,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua AMI RI, Husna mengungkapkan gerakan penanaman pohon ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran kolektif seluruh anak bangsa untuk menyelamatkan jenis pohon terancam punah di Indonesia khususnya untuk tanaman lokal Sultra.

Sebagai tindak lanjut tanaman itu akan dirawat dan pemeliharaan tanaman akan dilakukan oleh lima orang mahasiswa yang sudah ditunjuk sekaligus sebagai bahan penelitiannya, dan apabila ada tanaman yang mati akan diganti dengan bibit pohon baru.

“Jadi, tidak dilepas begitu saja, kami punya tanggung jawab memanfaatkan mahasiswa sekaligus sebagai penelitian dalam pembahasan skripsinya. Tiga bulan kemudian mahasiswa tersebut akan diganti dengan yang lain,” tutup Husna.