20 tahun Bergelut Dengan Kelistrikan

SULTRALINE.ID, KOLAKA – Dua puluh tahun bergelut di dunia kelistrikan jasanyapun di rasakan para pedagang di wiskul (wisata kuliner) Kolaka.

Saat di temui di wiskul sehabis memeriksa listrik pelanggang nya dengan duduk santai menikmati secangkir kopi hitam mata sultraline.id menuju kearahnya sesekali melempar senyum pada empunya warung sambil bercerita bagaimana awal dia terjun di dunia listrik.

Media ini pun merasa tertarik ingin tahu pengalamannya, coba bayangkan bila tidak ada listrik begitu susahnya  apalagi para pedagang di wiskul. Sehari saja sudah kalang kabut kalau mati lampu. Namun dengan adanya lampu yang sudah dua tahun di rasakan apalagi dengan aliran listrik tersendiri  maka rasa puas di rasakan, tidak ada lagi saling memfitnah setiap bulan dengan urusan llstrik.

Dengan hadirnya sosok Alex tidak asing lagi. Orangnya nya sederhana suka tersenyum pembawaannya nyantai suka berkawan dan selalu membantu tanpa pamrih. Pria berusia 43 tahun tinggal di KM 2 Watuliandu Kolaka.

Percakapanpun berlangsung Selasa malam (18/9/2018) sekira pukul 20.13 Wita. Dia menuturkan awalnya dia di panggil bergabung di asosiasi kelistrikan kemudian lambat laun dia memperlihatkan kesungguhan kerjanya dan rasa tanggung jawabnya terhadap tugasnya sehingga sampai saat ini masih menggeluti bidang itu. Salah satu dalam pekerjaanya antara lain penyambungan, sekarang wiskul juga merasakan jasanya di beberapa pedagang yang ada di dalam area wiskul, itu tidak di pungkiri. Bahkan adabya Alex ini pun berjasa mengurus permasalahan yang terjadi di wiskul hingga sampai ke manajer dan berkat lobinya dan di lapangan nyata maka pihak PLN pun membantu dalam kelistrikan dengan mempermudah urusan mengingat lampu adalah salah satu momok setiap bulannya di area wiskul ini dengan pengurusan ketua pedagang kaki lima wiskul dan beberapa teman, juga campur tangan pak alex hingga tercipta meteran tersendiri yang di rasakan pedagang wuskul hingga saat ini hingga onjok-onjokan pembayaran listrik setiap bulannya berakhir.

“Sudah dua puluh tahun di dunia listrik ini suka duka pun aku alami. Namun itulah yang membuat aku semakin dewasa,” tuturnya.

Dia melanjutkan bahwa bagi yang berurusan dengan dia dalam penyambungan di wiskul dia akan bertanggung jawab ketika ada kerusakan hubungi saja, kecuali  ada di luar kota kemungkinan dia akan berkomunikasi dengan PLN agar lampu para pelanggan cepat terselesaikan.

“Biar masyarakat khususnya para pedagang disini puas dengan layanan PLN bagi pengguna listrik,” ujar

Kemudian sambil meneguk kopi hitammya dia berharap “moga para pelanggan puas dengan apa yang dia sudah lakukan bersama PLN,” tandasnya.

 

Laporan: Sri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.